Melengkapi ibadah umrah tidak hanya soal rukun wajib seperti thawaf, sa’i, dan tahalul. Berbagai amalan sunnah menambah kekhusyukan, pahala, dan makna spiritual perjalanan Anda. Panduan ini menyajikan enam amalan sunnah terpenting, disusun dalam paragraf informatif .
1. Salat Sunnah di Miqat: Awali dengan Kesucian Hati
Sesampainya di miqat, jamaah disunnahkan menunaikan Shalat Tahiyatul Miqat dua rakaat sebelum berniat ihram. Dengan niat sah, salat ini menjadi momen menanggalkan beban dunia, menyucikan hati, dan memperkuat tekad: setelah salat, ambil wudhu, kenakan kain ihram, dan lafalkan niat “Labbaykallahumma ‘umrah”.
Rasulullah ﷺ rutin melakukannya, mengajarkan bahwa persiapan spiritual sama pentingnya dengan persiapan fisik. Sebagian jamaah menambah wirid seperti Surah Al-Fatihah dan Ayat Kursi untuk menambah perlindungan dan semangat selama perjalanan.
2. Dzikir, Doa, dan Istighfar Sepanjang Rangkaian Umrah
Mulai talbiyah hingga tahalul, dzikir menjadi nafas ibadah umrah. Terus ulangi tahlil (La ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), dan istighfar (Astaghfirullah) di setiap kesempatan. Shalawat kepada Nabi ﷺ memperbanyak rahmat, sementara doa pribadi untuk keluarga, saudara, dan seluruh kaum Muslimin menguatkan ikatan ukhuwah. Istighfar di area Multazam atau dekat Maqam Ibrahim sangat dianjurkan, karena menunjukkan kerendahan hati yang memohon ampunan.
3. Mencium atau Menyentuh Hajar Aswad Bila Mampu
Sunnah thawaf mencium atau menyentuh Hajar Aswad, peninggalan Nabi Ibrahim AS. Jika keramaian memungkinkan, berdirilah sejajar batu hitam, takbir “Allahu Akbar”, lalu cium atau sapu dengan ujung jari sambil membaca “Rabbighfir warham wa anta khayrur rahimin.” Jika terlalu padat, cukup lambaikan tangan dari kejauhan sambil takbir—Islam memberi kemudahan. Membawa tisu atau sarung tangan khusus membantu menjaga kebersihan dan kesucian amalan.
4. Berdoa di Multazam dan Maqam Ibrahim
Multazam, dinding Ka’bah antara Hajar Aswad dan pintu, adalah tempat mustajab untuk berdoa. Tekan ringan tangan atau dada sambil memohon ampunan dan hajat pribadi. Setelah thawaf, lanjutkan dengan Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Berdiri menghadap Ka’bah dengan maqam di sebelah kanan, bacalah Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas, serta doakan keselamatan dan keberkahan. Rasulullah ﷺ menjanjikan pahala seribu rakaat di masjid lain bagi yang menunaikan salat di sini.
5. Waktu dan Posisi Terbaik Shalat di Belakang Maqam Ibrahim
Idealnya, salat sunnah dua rakaat di Belakang Maqam Ibrahim dilakukan segera setelah thawaf sebelum mengambil air Zamzam. Jika area utama penuh, jamaah bisa menunaikan di sisi hijir ismail atau area terbuka dekat masjid. Pastikan menghadap Ka’bah dan memposisikan maqam di sebelah kanan sebagai imam. Membaca doa qunut dan memperbanyak shalawat saat sujud menambah kekhusyukan.
6. Kisah Nyata: Momen Multazam yang Tak Terlupakan
Banyak jamaah 2025 membagikan cerita haru di Multazam. Seorang ibu memohon kesembuhan anak, lalu air mata bahagia mengalir saat anaknya sembuh setibanya di tanah air. Pasangan lansia berdoa bersama, saling menggenggam tangan, membuktikan bahwa umrah memperkuat cinta dan iman. Seorang pebisnis muda menceritakan omzet bisnisnya meningkat setelah berdoa di putaran keempat tawaf. Kisah-kisah ini menguatkan keyakinan bahwa Sunnah umrah—dari salat miqat hingga doa di Multazam—betul-betul menggetarkan langit.