Multazam adalah salah satu lokasi paling sakral di Masjidil Haram, tempat yang diyakini sebagai “pintu langit” untuk memanjatkan doa. Artikel ini menyajikan panduan lengkap mengenai posisi, keutamaan, adab, dan tips mendekati Multazam.

 

1. Di Mana Letak Multazam di Masjidil Haram?

Multazam terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, kira-kira sepanjang dua meter. Lokasinya tidak memiliki tanda khusus, namun dikenal sebagai titik spiritual paling kuat di luar Ka’bah. Karena letaknya di area thawaf, lokasi ini sering dipenuhi jamaah yang berdesakan untuk berdoa dan menyentuhkan dada serta pipi ke dinding Ka’bah.

Multazam hanya dapat didekati pada waktu-waktu tertentu, terutama di luar jam padat. Memahami posisi ini sangat penting agar Anda tidak melewatkannya saat thawaf.

“Multazam bukan sekadar tembok — ia adalah tempat antara bumi dan langit terasa sangat dekat.”

 

Baca Juga : Adab Memasuki Masjidil Haram: Sambut Rumah Allah dengan Penuh Hormat

 

2. Keutamaan Berdoa di Multazam Menurut Hadis

Multazam disebut dalam berbagai riwayat sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ menempelkan dada dan wajah beliau ke Multazam dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan.

Menurut Ibn Abbas, “Apa pun yang diminta seseorang di Multazam, insya Allah akan dikabulkan.” Inilah mengapa banyak jamaah menyusun daftar doa sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

Multazam adalah momen spiritual yang sangat dalam — tempat menyampaikan doa terdalam dan harapan tertinggi. Keutamaannya bahkan disejajarkan dengan berdoa di dalam Ka’bah.

 

3. Adab dan Doa-doa yang Dianjurkan di Multazam

Berdoa di Multazam tidak hanya soal lisan, tetapi juga soal sikap dan keikhlasan hati. Berikut adab yang perlu diperhatikan:

 

Adab Berdoa di Multazam:

  • Menempelkan dada, pipi, dan tangan ke dinding Ka’bah
  • Tidak mendorong atau menyakiti jamaah lain
  • Menjaga suasana khusyuk dan tenang

 

Doa yang Dianjurkan:

  • Allahumma inni as-aluka ‘afwan wa ‘afiyatan fid-dunya wal-akhirah.
  • Permohonan pribadi, ampunan, kesehatan, dan keselamatan
  • Doa dari keluarga, sahabat, dan kerabat

Doa bisa dibaca dalam bahasa apa pun. Gunakan momen langka ini untuk berlama-lama berdoa dengan hati yang lebur di hadapan Allah.

 

4. Tips agar Bisa Mendekat ke Multazam (Tanpa Berebut)

Karena berada di area thawaf, mendekati Multazam membutuhkan waktu dan strategi yang tepat. Berikut tipsnya:

Kapan Waktu Terbaik?

  • Setelah salat Dhuha (10.00–11.30)
  • Larut malam (01.00–03.00)
  • Di luar musim puncak (hindari Ramadan & musim haji)

 

Tips Tambahan:

  • Gunakan pintu timur Masjidil Haram
  • Hindari membawa barang besar
  • Gunakan pakaian nyaman dan ringan
  • Datang berkelompok kecil untuk saling membantu

Jika tidak memungkinkan mendekat, berdoalah dari jarak aman, karena Allah Maha Mendengar.

 

5. Kisah Jamaah: “Saya Titipkan Semua Harapan di Multazam”

Rina, jamaah asal Yogyakarta, mengisahkan momen menyentuh Multazam di tahun 2025:

“Saya hafalkan semua doa dari rumah. Saat menyentuh dinding Ka’bah, saya menangis seperti anak kecil. Rasanya seperti berbicara langsung kepada Allah.”

Pak Hasan, 60 tahun, juga berbagi:

“Saya mendoakan anak cucu saya. Rasanya damai sekali, seolah saya sudah menunaikan sesuatu yang sangat besar.”

Testimoni ini menunjukkan bahwa Multazam adalah ruang spiritual paling personal, tempat mengadu, bersyukur, dan berharap.

 

Kesimpulan: Multazam, Titik Tak Terlupakan dalam Perjalanan Umrah

Multazam adalah momen sakral yang tak boleh dilewatkan dalam perjalanan ke Tanah Suci. Tempat ini bukan sekadar lokasi — ia adalah penghubung antara hamba dan Rabb-nya.

Dengan mengenal posisi, memahami adab, menyiapkan doa terbaik, dan memilih waktu yang tepat, semoga Anda termasuk jamaah yang diberi kesempatan menyentuh Multazam dan menyampaikan doa-doa terbaik.

“Mungkin hanya beberapa menit, tapi doa dari Multazam bisa mengubah seluruh hidup.”