1. Tata Cara Ihram dan Bacaan Niat
Ibadah umrah dimulai dengan mengenakan ihram dan berniat di miqat, yaitu titik batas wilayah yang telah ditentukan. Jika Anda terbang dari Indonesia dan transit di Jeddah, miqat yang biasanya dilewati adalah Yalamlam. Pastikan Anda sudah mengenakan ihram dan mengucapkan niat sebelum melintasi wilayah ini.
Bacaan niat ihram untuk umrah:
“Labbaik ‘umratan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk menunaikan umrah)
Pria mengenakan dua lembar kain putih tanpa jahitan (izar dan rida’), sementara wanita memakai pakaian longgar yang menutup aurat, tanpa niqab dan sarung tangan. Setelah niat, disunnahkan membaca talbiyah:
“Labbaik Allahumma labbaik…”
Talbiyah diucapkan terus-menerus hingga Anda tiba di Masjidil Haram dan hendak memulai tawaf. Pastikan Anda telah memahami larangan ihram seperti memakai wewangian, memotong kuku, atau berburu.
baca juga lainnya https://umrahbersamamu.com/2025/06/26/tips-berteman-dengan-jamaah-lain-saat-umrah-mandiri/
2. Panduan Tawaf Lengkap dengan Lokasi Awal
Tawaf dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad. Tandanya berupa lampu hijau di dinding atau garis marmer di lantai Masjidil Haram.
Doa saat memulai tawaf:
“Bismillah, Allahu Akbar”
Tidak ada doa khusus yang wajib selama tawaf, namun sangat dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacalah:
“Rabbanaa aatina fid-dunya hasanah…” (QS. Al-Baqarah: 201)
Pria disunnahkan melakukan idhtiba’ (menyingkap bahu kanan) dan raml (berjalan cepat) pada tiga putaran pertama. Setelah selesai, salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim atau di tempat yang memungkinkan.
3. Sa’i: Dimulai dari Shafa dan Diakhiri di Marwah
Sa’i dilakukan setelah tawaf, dengan berjalan cepat antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Mulai dari Shafa dan akhiri di Marwah.
Doa di Bukit Shafa:
“Inna as-Safa wal-Marwata min sha’aairillah…” (QS. Al-Baqarah: 158)
Pria disunnahkan berlari kecil di area antara dua lampu hijau. Wanita cukup berjalan biasa. Sa’i tidak mensyaratkan wudhu, namun disarankan tetap dalam keadaan suci.
4. Tahallul: Potong Rambut Sendiri atau Minta Bantuan?
Setelah sa’i, lakukan tahallul untuk mengakhiri ihram. Pria dianjurkan mencukur seluruh rambut (halq), atau sebagian (taqsir). Wanita cukup memotong rambut sepanjang satu ruas jari dari ujung rambut.
Gunakan gunting pribadi yang steril, atau kunjungi tukang cukur di luar masjid (biaya sekitar SAR 10–15). Setelah tahallul, larangan ihram gugur dan Anda kembali memakai pakaian biasa.
5. Tempat Mustajab untuk Berdoa
Beberapa titik di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat dianjurkan untuk berdoa:
- Multazam: Antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah
- Hijr Ismail: Jika memungkinkan masuk
- Maqam Ibrahim dan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Di Masjid Nabawi, Raudhah adalah tempat yang sangat mustajab. Gunakan aplikasi Nusuk untuk reservasi waktu kunjungan. Berdoalah dengan doa dari Al-Qur’an dan sunnah, atau doa pribadi dalam bahasa sendiri.
Travel lainnya https://naffartour.com/
6. Infografis Umrah Praktis: Ringkasan Langkah
Agar lebih mudah dipahami, gunakan infografis umrah atau cetak panduan berikut:
Urutan Umrah:
- Niat dan ihram dari miqat
- Tawaf 7 putaran
- Salat 2 rakaat di Maqam Ibrahim
- Sa’i 7 kali (Shafa ke Marwah)
- Tahallul (potong rambut)
Anda bisa mengunduh panduan visual dari aplikasi Nusuk atau Manasik Umrah & Haji. Simpan dalam ponsel atau cetak dan bawa selama perjalanan.
Kesimpulan
Umrah mandiri bukanlah hal yang sulit asalkan dipersiapkan dengan ilmu dan niat yang tulus. Tanpa pemandu sekalipun, Anda tetap bisa menjalankan seluruh rukun dan sunnah umrah dengan sah. Semoga setiap langkah Anda diberkahi dan diterima oleh Allah SWT. Aamiin.