1. Keutamaan Raudhah dalam Hadis Shahih

Raudhah adalah salah satu tempat paling mulia di Masjid Nabawi. Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Mā bayna baitī wa minbarī raudhah min riyādhil-jannah”

“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Raudhah adalah tempat penuh keberkahan, di mana doa-doa mudah diijabah dan rahmat Allah melimpah. Jamaah haji dan umrah, baik pemula maupun yang sudah berulang kali datang, selalu menjadikan Raudhah sebagai tujuan utama karena nilai spiritualnya yang tinggi.

2. Lokasi dan Ukuran Raudhah di Masjid Nabawi

Raudhah terletak di dalam kompleks Masjid Nabawi, tepat di antara makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mimbar beliau. Area ini dibedakan dengan karpet hijau zamrud, berbeda dari karpet merah di sekitarnya.

Secara ukuran, Raudhah tidak luas: sekitar 22 meter panjang dan 15 meter lebar. Namun, tempat ini memiliki nilai ruhani yang luar biasa. Di bagian timurnya terdapat makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beserta dua sahabat, Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Di sebelah barat terdapat mimbar Rasul.

Karena ukurannya yang terbatas dan banyaknya jamaah, akses ke Raudhah diatur ketat dan dibagi dalam beberapa sesi per hari.

 

baca juga lainnya https://umrahbersamamu.com/2025/06/26/jelajahi-masjid-nabawi-keutamaan-lokasi-dan-area-mustajab/

 

3. Cara Masuk dan Adab di Raudhah

Masuk ke Raudhah kini memerlukan pendaftaran melalui aplikasi Nusuk. Jamaah harus mengikuti antrean dan petunjuk dari petugas masjid. Berikut beberapa adab yang perlu dijaga saat memasuki Raudhah:

  • Niatkan untuk ibadah, bukan sekadar wisata
  • Masuk dalam keadaan berwudhu dan suci
  • Perbanyak dzikir, istighfar, dan doa
  • Jangan mendorong atau menyikut jamaah lain
  • Beri kesempatan kepada jamaah lain setelah beberapa saat berdoa

Waktu di Raudhah sangat terbatas. Gunakan setiap detiknya untuk bermunajat kepada Allah dengan khusyuk dan penuh harap.

4. Waktu Terbaik Masuk Raudhah & Tips Pendaftaran

Melalui aplikasi Nusuk, jamaah dapat memilih jadwal kunjungan sesuai ketersediaan. Biasanya:

  • Jamaah pria: pagi hingga sebelum Dzuhur dan malam setelah Isya
  • Jamaah wanita: waktu khusus seperti setelah Dhuha atau malam hari

Tips agar kunjungan lebih lancar:

  • Daftar lebih awal sejak tiba di Madinah
  • Pilih hari kerja (Senin hingga Kamis)
  • Datang 30–45 menit sebelum jadwal
  • Bawa bukti reservasi (digital/cetak)

Jika Anda lansia atau membawa anak, pilih waktu yang relatif lebih sepi atau jalur khusus yang disediakan.

5. Doa-Doa Mustajab di Raudhah

Raudhah adalah tempat terbaik untuk bermunajat. Tidak ada doa khusus yang wajib, namun Anda bisa membaca:

  • Doa husnul khatimah dan diterimanya ibadah umrah
  • Doa untuk keluarga, guru, dan umat Islam
  • Doa agar bisa kembali ke Tanah Suci
  • Shalawat dan salam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Anda juga boleh membaca doa dari Al-Qur’an atau doa dalam bahasa Indonesia. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan niat yang benar.

 

Pilihan lainnya https://naffartour.com/

 

6. Kisah Jamaah: Menangis di Karpet Hijau

Banyak jamaah yang mengalami pengalaman spiritual mendalam saat berada di Raudhah. Seorang jamaah wanita berkata, “Begitu kaki saya menyentuh karpet hijau, saya menangis. Rasanya seperti pulang ke rumah.”

Kisah serupa datang dari jamaah lansia yang menempuh perjalanan jauh demi menginjakkan kaki di taman surga ini. Meski lelah, antre, dan dibatasi waktu, mereka merasa semua terbayar lunas dengan rasa damai yang tak terlukiskan.

Raudhah bukan sekadar tempat fisik. Ia adalah simbol cinta dan rindu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tempat di mana hati berbicara langsung kepada Allah.