Hari 1: Keberangkatan dari Indonesia dan Tiba di Madinah
Perjalanan umrah dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta atau bandara besar lainnya di Indonesia. Jamaah berkumpul sesuai jadwal travel, melakukan briefing, pemeriksaan dokumen (paspor dan visa), serta pengecekan bagasi. Penerbangan biasanya transit di Timur Tengah (Doha/Dubai) atau langsung ke Madinah.
Setibanya di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz (Madinah), jamaah menjalani proses imigrasi dan pengambilan bagasi, lalu diantar ke hotel untuk check-in dan istirahat.
Malam hari, jamaah biasanya dikenalkan dengan lingkungan sekitar Masjid Nabawi, termasuk lokasi pintu masuk, toilet, dan zona salat pria/wanita. Beberapa travel juga memfasilitasi salat berjamaah pertama di Masjid Nabawi, momen yang kerap menggetarkan hati jamaah.
Hari 2–3: Ziarah Madinah dan Ibadah di Masjid Nabawi
Hari kedua dan ketiga diisi dengan ziarah ke lokasi penting:
- Masjid Quba: salat dua rakaat di masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ.
- Jabal Uhud: mengenang Perang Uhud dan mengunjungi makam para syuhada, termasuk Sayyidina Hamzah.
- Masjid Qiblatain: masjid bersejarah tempat kiblat berpindah.
- Kebun Kurma: tempat membeli oleh-oleh khas Madinah.
Di luar waktu ziarah, jamaah dianjurkan memaksimalkan ibadah di Masjid Nabawi, termasuk mengunjungi Raudhah dan makam Rasulullah ﷺ (dengan jadwal kunjungan yang sudah ditentukan).
Hari ketiga menjadi kesempatan untuk menyempurnakan salat arba’in (40 waktu salat berjamaah), memperbanyak tilawah dan dzikir, serta mempersiapkan fisik dan hati menuju Makkah.
Baca Juga : Paket Umrah Plus: Ibadah Sambil Wisata Halal, Mengapa Tidak?
Hari 4: Miqat dan Perjalanan Menuju Makkah
Jamaah bersiap meninggalkan Madinah menuju Makkah. Di Bir Ali (Dzulhulaifah), jamaah:
- Mandi dan mengenakan pakaian ihram
- Salat sunnah ihram
- Berniat umrah: “Labbaikallahumma ‘umrah”
Perjalanan bus menuju Makkah memakan waktu 5–6 jam. Sepanjang jalan, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah dan dzikir.
Setibanya di Makkah, jamaah check-in hotel, makan malam ringan, lalu bersiap melaksanakan umrah pertama di malam hari atau pagi berikutnya, tergantung kondisi fisik.
Baca Juga : Simpanan Umrah memudahkan semua orang dari berbagai kalangan berangkat Umrah
Hari 5–6: Pelaksanaan Umrah dan Ibadah Mandiri
Dipimpin muthowif, jamaah melakukan:
- Thawaf: mengelilingi Ka’bah 7 putaran
- Salat di belakang Maqam Ibrahim dan minum air Zamzam
- Sa’i: berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali
- Tahallul: mencukur rambut sebagai penutup ibadah umrah
Hari keenam, jamaah diberi waktu beribadah mandiri, seperti thawaf sunnah, membaca Al-Qur’an, atau memperbanyak doa di sekitar Ka’bah.
Hari 7: Thawaf Sunnah, Ziarah Makkah, dan Belanja Oleh-Oleh
Agenda hari ketujuh:
- Thawaf sunnah dan dzikir pagi hari
- Ziarah kota Makkah: Jabal Nur (Gua Hira), Jabal Tsur, Padang Arafah, Mina, dan Muzdalifah
- Belanja oleh-oleh di Pasar Bab Ali, Zamzam Tower, atau Aziziyah
Travel mengingatkan agar jamaah tetap fokus ibadah dan tidak berlebihan dalam belanja.
Baca Juga : Mau Umroh Aman Nyaman dengan Harga murah ?
Hari 8–9: Thawaf Wada’ dan Kepulangan ke Indonesia
Hari kedelapan:
- Persiapan koper dan check-out hotel
- Melaksanakan thawaf wada’ sebagai perpisahan dari Baitullah
- Evaluasi perjalanan spiritual bersama pembimbing dalam perjalanan ke Bandara Jeddah
Hari kesembilan:
- Tiba di Indonesia dan kembali ke rumah masing-masing dengan membawa semangat baru untuk memperbaiki diri dan memperkuat ibadah harian.
Dengan itinerary 9 hari ini, travel umrah berupaya memberikan pengalaman spiritual yang khusyuk, terorganisir, dan nyaman bagi jamaah. Jamaah pun dapat mengoptimalkan setiap momen untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
1 Komentar
Kesaksian Jamaah Travel: Dulu Takut Umrah, Kini Justru Rindu | Umrah Bersamamu
June 26, 2025 pukul 7:37 am[…] Baca juga : Simulasi Jadwal Umrah Travel 9 Hari: Hari demi Hari […]