Panduan Umrah Sesuai Sunnah

Doa Saat Melihat Ka’bah Momen pertama kali melihat Ka’bah adalah saat yang sangat istimewa. Hati jamaah biasanya penuh takjub dan haru. Inilah waktu mustajab untuk memanjatkan doa. Tidak ada doa khusus dari Rasulullah ﷺ untuk momen ini, sehingga jamaah dianjurkan berdoa dari hati, sesuai hajat masing-masing.

 

 

Namun, beberapa ulama menganjurkan membaca:

Allāhumma zid hadza al-bayta tashrīfan wa ta’zīman wa mahabatan wa birran. Wa zid man sharrafahu wa ‘azzamahu mimman hajjahu awi’tamarahu tashrīfan wa ta’zīman wa birran wa mahabatan.”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan bagi Baitullah ini, serta bagi orang-orang yang mengunjunginya untuk berhaji atau berumrah.

 

 

Gunakan momen ini untuk memohon segala kebaikan dunia-akhirat: untuk diri sendiri, keluarga, rezeki, kesehatan, dan keistiqamahan dalam ibadah.

 

 

Doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad Dalam thawaf,

Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa: “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban-naar.” Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Doa ini ringkas tapi mencakup segala kebutuhan. Sambil thawaf, perbanyak juga membaca dzikir, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah. Hindari aktivitas non-ibadah seperti swafoto atau percakapan yang tidak perlu. Fokuslah pada makna thawaf sebagai bentuk ketundukan kepada Allah.

 

 

Doa di Maqam Ibrahim dan Hijir Ismail Setelah thawaf,

Jamaah disunnahkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas. Setelah itu, bisa membaca doa: “Allahumma inni as’aluka min fadhlika wa rahmatika, fa innahu la yamlikuha illa anta.” Artinya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu karunia dan rahmat-Mu, karena tak ada yang memilikinya selain Engkau.”

 

Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah dan tempat doa yang sangat mustajab. Bila tak bisa masuk karena padat, arahkan doa dari luar. Doakan hal-hal besar seperti, ketenangan hati, keluarga yang shalih, dan akhir hidup yang baik.

 

 

Doa Saat Sa’i dan di Bukit Shafa-Marwah Saat memulai sa’i dari Shafa

bacalah: “Inna ash-shafaa wal-marwata min sya’aa’irillaah…” (hingga akhir ayat), lalu: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah. Lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.” (Dibaca tiga kali diselingi doa-doa pribadi).

Saat berlari kecil antara lampu hijau (khusus pria): “Rabbi ighfir warham, wa anta al-a’azzul akram.” Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan rahmatilah aku. Engkau-lah Yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.”

Sepanjang sa’i, perbanyak dzikir, istighfar, dan doa bebas yang menyentuh kebutuhan pribadi.

 

 

Doa Tahallul dan Penutup Umrah Setelah sa’i selesai

Jamaah bertahallul dengan memotong rambut. Tidak ada doa wajib, namun disunnahkan berdoa dengan penuh syukur: “Alhamdulillahilladzi atmamtu ‘umrati wa qabbalaha minni, waj‘alha mabruuratan maqbuulatan.” Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan umrahku dan menerimanya. Jadikanlah umrahku ini sebagai umrah yang diterima dan diberkahi.”

Tambahkan juga permohonan: “Allahumma la taj‘al hadzihi akhiral ‘ahdi bi baitika al-haram.” Artinya: “Ya Allah, jangan jadikan ini perjumpaanku yang terakhir dengan rumah-Mu yang suci.”

 

Kompilasi Doa dalam Format Praktis Agar mudah dibaca selama umrah

Kompilasikan semua doa ini dalam satu file PDF berisi:

  • Teks Arab + Latin + Terjemahan
  • Keterangan lokasi dan waktu dibaca
  • Kolom catatan doa pribadi

Versi ini sangat berguna bagi jamaah pemula, anak-anak, dan lansia. File bisa diunduh di ponsel atau dicetak dalam ukuran saku.

 

Penutup

Setiap doa saat umrah memiliki peluang dikabulkan karena dilakukan di tempat suci, dalam kondisi khusyuk. Niatkan setiap langkah sebagai ibadah penuh makna, dan jadikan doa sebagai pengikat hati kepada Allah dalam perjalanan ruhani ini.