1. Larangan untuk Pria: Menutup Kepala dan Memakai Pakaian Berjahit
Dalam keadaan ihram, pria dilarang menutup kepala dengan benda yang melekat langsung seperti peci, topi, atau sorban yang diikat. Ini termasuk juga benda lain yang menempel langsung ke kepala. Selain itu, pria tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit, yaitu pakaian yang dijahit sesuai bentuk tubuh seperti kaos, celana, jas, atau baju koko. Yang diperbolehkan hanyalah dua lembar kain ihram: izar (penutup bawah) dan rida’ (penutup atas), tanpa jahitan bentuk.
Tujuan dari larangan ini adalah menanamkan rasa kesetaraan, kesederhanaan, dan totalitas penghambaan di hadapan Allah.
Catatan: Pria boleh menggunakan sabuk ihram (money belt), dan menutupi kepala secara sementara (misalnya dengan tangan atau payung) diperbolehkan jika tidak melekat secara langsung.
2. Larangan untuk Wanita: Menutup Wajah dan Memakai Sarung Tangan
Wanita diperbolehkan memakai pakaian berjahit selama ihram, asalkan tetap menutup aurat, longgar, dan tidak menyerupai pakaian laki-laki. Namun, dua hal penting yang dilarang:
• Menutup wajah secara langsung (seperti memakai niqab atau cadar ketat).
• Memakai sarung tangan.
Hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Kami berihram bersama Rasulullah ﷺ dan kami tidak menutup wajah dan tidak memakai sarung tangan.” (HR. Bukhari)
Jika ada laki-laki non-mahram di sekitarnya, wanita boleh menurunkan kain dari kerudung untuk menutupi wajah secara longgar (tanpa menempel).
3. Larangan untuk Semua Jamaah: Memotong Kuku, Rambut, dan Menggunakan Parfum
Baik pria maupun wanita dilarang:
• Memotong kuku dan rambut
• Menggunakan parfum, sabun wangi, lotion beraroma, atau wewangian lainnya
Larangan ini berlaku sejak berniat ihram di miqat hingga tahallul (selesai ibadah umrah). Sabun atau krim non-aroma diperbolehkan jika dibutuhkan, misalnya untuk mencegah iritasi kulit. Larangan ini mengajarkan hidup sederhana dan meninggalkan kenyamanan duniawi demi keikhlasan ibadah.
4. Larangan Sosial: Berburu, Menikah, dan Bertengkar
Beberapa larangan lain yang berlaku untuk semua jamaah selama ihram:
• Berburu atau membantu perburuan binatang darat.
• Menikah, meminang, atau menjadi wali nikah.
• Melakukan hubungan suami istri, bercumbu, atau berkata mesra yang menimbulkan syahwat.
• Bertengkar, berkata kasar, atau berdebat yang tidak bermanfaat.
Allah berfirman:
“…Maka tidak boleh rafats (kata-kata keji), fusuq (perbuatan dosa), dan jidal (bertengkar) dalam haji.”( QS. Al-Baqarah: 197 )
Larangan ini menjaga suasana batin agar tetap tenang, bersih dari emosi, dan penuh kekhusyukan.
5. Hukum dan Denda Jika Melanggar Larangan Ihram
Pelanggaran terhadap larangan ihram memiliki konsekuensi yang perlu dipahami setiap jamaah. Tindakan seperti memotong kuku, mencukur rambut, memakai parfum, atau menutup kepala bagi pria termasuk pelanggaran yang mewajibkan dam (denda). Jika pelanggaran yang terjadi berupa hubungan suami istri sebelum tahallul, maka ibadah umrahnya batal dan harus diulang. Sedangkan perbuatan seperti bertengkar atau berkata kasar tidak membatalkan umrah, tetapi tetap menjadi dosa yang mengurangi nilai ibadah.
Dam dapat dibayarkan dengan beberapa cara, yaitu menyembelih kambing di Makkah, berpuasa selama tiga hari, atau memberi makan enam orang miskin di Tanah Suci. Pilihan ini memberikan kesempatan bagi jamaah untuk menebus kesalahan dengan cara yang sesuai kemampuannya, sekaligus sebagai bentuk pengingat agar lebih berhati-hati dalam menjaga kesucian ihram selama beribadah.
6. Tips Praktis Menghindari Larangan Ihram
Untuk menghindari kesalahan saat berihram, jamaah perlu mempersiapkan diri jauh hari sebelum keberangkatan. Salah satu langkah penting adalah mengganti sabun dan produk perawatan pribadi dengan yang non-parfum minimal tujuh hari sebelumnya. Hal ini membantu tubuh beradaptasi dengan kebiasaan tanpa aroma wangi dan mencegah penggunaan produk terlarang saat sudah mengenakan ihram.
Selain itu, potong kuku dan rambut sebelum mengenakan pakaian ihram agar tidak melanggar aturan setelah niat ihram diucapkan. Jamaah juga dianjurkan membawa satu set baju ihram cadangan untuk menjaga kebersihan, terutama bila terjadi hal yang membuat pakaian kotor atau tidak layak dipakai lagi.
Selama dalam keadaan ihram, hindari tempat yang ramai atau situasi yang mudah memicu emosi. Kondisi fisik yang lelah dan cuaca panas sering kali membuat jamaah mudah tersulut, padahal menjaga ketenangan dan memperbanyak dzikir adalah bagian dari menjaga kekhusyukan ibadah.
Gunakan catatan kecil atau alarm pengingat di ponsel untuk membantu mengingat larangan ihram seperti tidak memakai wewangian, tidak memotong kuku, dan tidak menutup kepala bagi pria. Selain itu, penting bagi jamaah untuk mengikuti kegiatan manasik yang membahas praktik ihram secara lengkap agar lebih memahami setiap ketentuannya.
Dengan persiapan dan pemahaman yang matang, jamaah dapat menjalankan ihram dengan benar, khusyuk, dan penuh kesadaran. Ibadah umrah pun diharapkan diterima serta diberkahi oleh Allah ﷻ.