Ihram adalah kondisi suci yang menjadi syarat sah pelaksanaan ibadah umrah maupun haji. Saat seorang muslim memasuki keadaan ihram, berlaku serangkaian aturan dan larangan yang harus dipatuhi. Namun, masih banyak jamaah yang tidak memahami dengan jelas apa saja yang tidak boleh dilakukan selama ihram dan konsekuensinya. Padahal, pelanggaran terhadap larangan ihram bisa berdampak pada sah atau tidaknya ibadah serta mewajibkan pembayaran dam (denda). Artikel ini membahas lima larangan penting selama ihram yang wajib dihindari oleh setiap jamaah.
1. Larangan Mencukur Rambut dan Memotong Kuku
Salah satu larangan utama dalam ihram adalah mencukur rambut atau memotong kuku, baik disengaja maupun tidak. Ini merupakan simbol bahwa seorang hamba sedang meninggalkan urusan duniawi dan tampil dalam keadaan apa adanya di hadapan Allah.
Dalil:
Allah berfirman:
“Dan jangan mencukur kepalamu sebelum kurban sampai pada tempat penyembelihannya.” (QS. Al-Baqarah: 196)
Larangan ini berlaku sejak niat ihram hingga tahallul (selesai umrah). Jika melanggar tanpa uzur, maka jamaah wajib membayar dam berupa menyembelih kambing atau memilih fidyah (puasa 3 hari atau memberi makan 6 orang miskin).
✳️ Tips:
Potong kuku dan cukur rambut sebelum niat ihram, terutama bagi jamaah yang akan lama dalam kondisi ihram seperti saat umrah + ziarah.
2. Menjauhi Wewangian dan Pakaian Berjahit (Untuk Pria)
Bagi pria, menghindari parfum dan pakaian berjahit merupakan bagian dari larangan ihram. Ini termasuk sabun wangi, deodoran, minyak rambut, bahkan minyak kayu putih yang beraroma kuat.
Larangan parfum:
Nabi ﷺ bersabda:
“Janganlah kamu memakai pakaian yang terkena wewangian setelah niat ihram.” (HR. Bukhari)
Selain itu, pakaian berjahit di sini maksudnya adalah pakaian yang mengikuti bentuk tubuh seperti kaos, celana, jaket, atau sarung tangan. Jamaah pria hanya boleh memakai dua lembar kain ihram (ridha dan izar).
Sedangkan wanita boleh memakai pakaian jahitan, tetapi tetap harus menutup aurat, tidak ketat, dan tidak berhias berlebihan.
✳️ Tips:
Sediakan sabun cair non-parfum (unscented), dan simpan kain ihram di tempat aman agar tidak terkena pewangi dari koper atau pakaian lainnya.
3. Larangan Berdebat dan Berbicara Kotor
Ketika dalam keadaan ihram, menjaga lisan adalah bagian penting dari adab dan keabsahan ibadah. Larangan berdebat, berkata kasar, mengumpat, atau bertengkar sangat ditekankan.
Dalil:
Allah SWT berfirman:
“Barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan bertengkar dalam masa mengerjakan haji.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Meskipun ayat ini membicarakan haji, para ulama menyamakan hukum adab ini juga untuk ihram umrah, karena status ihram adalah sama: masuk ke dalam kesucian.
✳️ Tips:
Jika merasa lelah, istirahatlah. Jangan mudah terpancing emosi di tengah padatnya jamaah. Jaga lisan dan hati, karena umrah adalah momen penyucian diri.
4. Etika dalam Hubungan Suami Istri Saat Ihram
Selama ihram, diharamkan melakukan hubungan suami istri, termasuk menggoda, menyentuh dengan syahwat, atau bercumbu. Hubungan intim hanya dibolehkan setelah tahallul (selesai ibadah umrah).
Larangan ini berdasarkan hadis Nabi ﷺ:
“Orang yang berihram tidak boleh menikah, menikahkan, atau melamar.” (HR. Muslim)
Jika dilanggar, terutama sampai berhubungan suami istri sebelum tahallul, maka umrahnya batal dan harus diulang. Selain itu, jamaah juga harus membayar dam yang besar.
✳️ Tips:
Bagi pasangan suami istri, jaga jarak emosional sementara. Fokuslah pada ibadah dan jangan lupa saling mengingatkan.
5. Dampak Pelanggaran Ihram dan Cara Membayar Dam
Setiap pelanggaran ihram memiliki konsekuensi. Jika dilakukan karena tidak tahu, maka tidak berdosa, namun tetap perlu membayar dam dalam beberapa kasus.
Jenis dam (denda) pelanggaran ihram:
- Menyembelih kambing di Mekkah
- Berpuasa 3 hari di Tanah Suci dan 7 hari di tanah air
- Memberi makan 6 orang miskin (masing-masing 1 mud makanan pokok)
Keterangan ini diambil dari QS. Al-Baqarah: 196 dan penjelasan para ulama fikih. Karena itu, penting bagi jamaah untuk menghindari pelanggaran sejak awal, bukan hanya karena takut denda, tapi karena nilai kesucian ibadah ihram itu sendiri.
✳️ Tips:
Jika tidak sengaja melanggar, segera konsultasikan dengan pembimbing atau ustadz pendamping untuk mendapatkan fatwa dan solusi yang sesuai syariat.