Haji adalah ibadah agung yang melibatkan jutaan manusia dari berbagai negara, dan oleh karena itu memerlukan fasilitas umum yang memadai—baik berupa toilet, tenda, AC, kendaraan, atau alat-alat kebersihan. Sayangnya, tidak sedikit yang lalai dalam menjaga fasilitas tersebut, bahkan hingga merusaknya secara tidak sadar. Dalam Islam, setiap bentuk perusakan terhadap properti umum, apalagi di Tanah Suci, adalah pelanggaran terhadap hak orang banyak dan sangat dikecam. Artikel ini membahas larangan merusak fasilitas Haji menurut hadits, kisah teladan sahabat, doa dan adab menjaga fasilitas, serta tips praktis menjaga kebersihan dan ketertiban selama berhaji.

1. Hadits Tentang Larangan Merusak Fasilitas Umum dan Properti Saat Haji
Islam mengajarkan untuk menjaga amanah dan melarang perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk merusak fasilitas publik. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak halal harta seorang Muslim kecuali dengan kerelaan hatinya.”
(HR. Ahmad)
Fasilitas Haji adalah milik umat Islam secara kolektif, dan setiap bentuk perusakan atau penyalahgunaan tanpa hak adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah jamaah. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda:
“Barangsiapa merusak milik orang lain, maka ia harus menggantinya.”
(HR. Abu Dawud)
Apalagi jika perusakan itu dilakukan di Tanah Haram—Makkah dan Madinah—yang memiliki keistimewaan dan larangan lebih berat. Allah berfirman:
“Dan barangsiapa bermaksud melakukan kezaliman di dalamnya (Tanah Haram), niscaya akan Kami rasakan kepadanya azab yang pedih.”
(QS. Al-Hajj: 25)
Maka menjaga fasilitas bukan sekadar sopan santun, tetapi bagian dari ibadah dan amanah sosial yang harus dijaga selama Haji.

2. Kisah Sahabat yang Menjaga Amanah Fasilitas Umum di Tanah Suci
Para sahabat Nabi ﷺ dikenal sangat berhati-hati dalam menggunakan fasilitas umum, terutama di Masjidil Haram dan area manasik. Salah satu kisah datang dari Umar bin Khattab رضي الله عنه yang pernah menegur seorang pemuda karena duduk di tangga masjid sambil menghalangi jalan orang lain.
Kisah lain diriwayatkan dari Utsman bin Affan رضي الله عنه, yang membiayai perluasan Masjidil Haram dari hartanya sendiri, namun tetap melarang keluarganya menggunakan fasilitas tersebut untuk kepentingan pribadi. Ini menunjukkan betapa para sahabat menjunjung tinggi amanah dan etika terhadap fasilitas ibadah.
Abdullah bin Umar رضي الله عنه juga tercatat sering membersihkan area sekitar masjid meskipun bukan kewajibannya. Ia memuliakan tempat ibadah dan mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban sebagai bagian dari iman.
Semua ini menjadi pelajaran bahwa menjaga fasilitas ibadah di Tanah Suci bukan sekadar etika sosial, tetapi bagian dari warisan akhlak para sahabat yang semestinya kita teladani saat berhaji.

3. Hikmah Menjaga Sarana Ibadah dan Ketertiban Selama Haji
Menjaga fasilitas selama Haji adalah bagian dari pengamalan iman yang nyata. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kebersihan adalah bagian dari iman.”
(HR. Muslim)
Hikmah dari menjaga fasilitas ibadah adalah terciptanya suasana yang nyaman dan khusyuk bagi semua jamaah. Ketika semua orang saling menjaga, ibadah bisa dilaksanakan dengan lancar, tanpa hambatan teknis atau ketegangan sosial.
Menjaga ketertiban juga melatih kedisiplinan spiritual. Jamaah yang tertib dalam antrean, tidak mengacak-acak tenda, tidak mengambil perlengkapan orang lain tanpa izin, berarti telah menanamkan nilai keadilan dan tanggung jawab.
Hikmah lainnya adalah terciptanya ukhuwah Islamiyah. Saat fasilitas digunakan bersama-sama dengan santun dan saling tolong-menolong, terciptalah suasana yang harmonis dan penuh keberkahan.
Menjaga sarana ibadah juga menjadi ladang pahala tersendiri, sebab ia mempermudah orang lain dalam melaksanakan Haji. Barang siapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.

4. Doa Memohon Sikap Amanah dalam Menjaga Fasilitas Haji
Agar kita diberikan kekuatan untuk menjaga fasilitas Haji dengan sikap amanah dan tanggung jawab, berikut doa yang dapat diamalkan:
“Allahumma aj‘alni minal aminin, wa rizqni amanah fi kulli amri, wa la taj‘alni min al-kha’inin.”
(Ya Allah, jadikan aku termasuk orang-orang yang amanah, dan karuniakan kepadaku sifat amanah dalam setiap urusan, serta jauhkan aku dari sifat khianat.)
Doa ini bisa dibaca setiap pagi sebelum memulai aktivitas Haji, agar kita senantiasa diingatkan untuk tidak merugikan orang lain dalam hal fasilitas atau sarana ibadah.
Doa lainnya yang sangat relevan:
“Allahumma inni a’udzu bika min al-khusran, wa as’aluka husnul amanah.”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kerugian dan aku memohon kepada-Mu sifat amanah yang baik.)
Membaca doa-doa ini menunjukkan kesungguhan niat kita untuk menjadi tamu Allah yang bertanggung jawab dan tidak meninggalkan jejak buruk di Tanah Suci.

5. Adab Menggunakan Fasilitas Umum Selama Ibadah Haji
Adab terhadap fasilitas umum mencerminkan akhlak sejati seorang Muslim. Dalam konteks Haji, adab ini menjadi sangat penting karena menyangkut kenyamanan bersama jutaan orang. Di antara adab yang perlu dijaga adalah:
Menggunakan toilet dan tempat wudhu dengan bersih, tidak menyiram air sembarangan, serta tidak membuang sampah di wastafel.

Tidak merusak peralatan masak, AC, kipas, atau tempat tidur yang disediakan di tenda Mina atau Arafah.

Mengantre dengan tertib, tidak menyerobot dan tidak mengambil jatah orang lain dalam pembagian makan atau transportasi.

Tidak mencoret-coret fasilitas atau meninggalkan barang pribadi di tempat umum.

Menghormati petugas dan sesama jamaah, karena mereka juga sedang beribadah dan mengharap ridha Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang dari kalian melakukan sesuatu, maka ia menyempurnakannya dengan baik.”
(HR. Baihaqi)

6. Tips Menjaga Kebersihan dan Ketertiban di Area Haji
Agar dapat menjaga lingkungan Haji tetap bersih dan tertib, berikut tips yang bisa diterapkan oleh setiap jamaah:
1. Bawa kantong sampah pribadi.
Gunakan kantong kecil untuk menyimpan sampah seperti tisu, botol, atau bekas makanan sebelum menemukan tempat sampah umum.
2. Catat barang-barang pribadi.
Beri label nama dan asal pada sandal, botol, atau alat ibadah agar tidak tertukar atau tercecer.
3. Disiplin antre dan patuhi jalur.
Jangan mendorong atau mengambil jalan pintas. Patuhi sistem yang dibuat petugas, karena itu untuk kebaikan bersama.
4. Bersihkan tempat duduk atau tidur sebelum pergi.
Kebersihan yang ditinggalkan menjadi cerminan hati seorang hamba yang ikhlas beribadah.
5. Tegur dengan lembut jika melihat pelanggaran.
Sampaikan dengan adab dan kasih sayang jika melihat orang lain yang merusak atau tidak menjaga fasilitas.
Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, kita telah berkontribusi dalam menciptakan ibadah Haji yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi semua.

Penutup
Menjaga fasilitas umum selama ibadah Haji adalah bagian tak terpisahkan dari kesempurnaan manasik kita. Rasulullah ﷺ dan para sahabat telah memberi teladan dalam bersikap amanah dan bertanggung jawab, bahkan terhadap hal-hal kecil. Jangan biarkan ibadah kita ternoda oleh kelalaian dalam hal kebersihan dan ketertiban. Semoga kita termasuk orang-orang yang memuliakan Tanah Suci bukan hanya dengan ibadah lisan dan fisik, tetapi juga dengan akhlak dan adab yang luhur terhadap fasilitas yang Allah amanahkan.