Sejarah Pembangunan Masjid Quba oleh Nabi Muhammad ﷺ Saat Hijrah ke Madinah
Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Lokasinya berada di pinggiran Kota Madinah, sekitar 3 km dari Masjid Nabawi. Saat Rasulullah ﷺ hijrah dari Mekkah ke Madinah, tempat pertama yang beliau singgahi adalah wilayah Quba, dan di sanalah beliau meletakkan dasar-dasar masjid yang diberkahi ini.
Pembangunan Masjid Quba menjadi simbol penting: Islam dibangun dengan pondasi tauhid, kebersamaan, dan kerja nyata. Nabi ﷺ sendiri ikut serta menyusun batu-batunya, memberi teladan bahwa membangun rumah Allah adalah kehormatan bagi seorang hamba.

Keutamaan Shalat di Masjid Quba Menurut Hadis Sahih
Keutamaan Masjid Quba sangat tinggi, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah.”
(HR. Ibnu Majah, Ahmad; shahih)
Hadis ini menegaskan bahwa shalat dua rakaat di Masjid Quba dihitung seperti pahala umrah, asalkan disertai wudhu dari tempat tinggal atau penginapan.
Inilah motivasi besar bagi jamaah umrah untuk menyempatkan ziarah ke Masjid Quba, meski hanya sebentar.

Refleksi Ustadz Adi Hidayat Saat Berkunjung ke Masjid Quba
Dalam berbagai ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) kerap menyampaikan kekaguman dan kekhusyukannya saat berada di Masjid Quba. Beliau menggambarkan bahwa masjid ini bukan hanya bangunan fisik, tapi jejak awal perjuangan Rasulullah ﷺ membangun umat.
Ustadz Adi juga menekankan bahwa ziarah ke Masjid Quba sebaiknya disertai dengan niat ikhlas dan zikir yang mendalam. Jangan hanya sekadar mengunjungi tempat bersejarah, tapi rasakan pula getarannya dalam hati sebagai pengingat perjuangan Rasulullah ﷺ.

Hubungan Spiritual antara Masjid Quba dan Perjalanan Umrah Kekinian
Ziarah ke Masjid Quba tidak bisa dilepaskan dari perjalanan umrah masa kini. Hampir semua paket city tour Madinah menyertakan kunjungan ke Quba. Namun, esensi spiritualnya sering luput.
Masjid Quba seharusnya menjadi tempat awal membangun kembali semangat hijrah di hati jamaah. Jamaah diajak merenung: sudahkah aku berhijrah dari maksiat ke taat, dari lalai ke sadar, dari dunia ke akhirat?
Masjid Quba mengingatkan bahwa umrah bukan hanya ritual, tapi perjalanan ruhani yang harus membawa perubahan.

Rekomendasi Adab dan Niat Saat Mengunjungi Masjid Quba
Berikut adab dan niat yang direkomendasikan oleh para ulama dan dai, termasuk Ustadz Adi Hidayat:
Niatkan ziarah sebagai ibadah, bukan wisata.

Berwudhu sebelum berangkat ke Quba, agar bisa mengamalkan hadis tentang shalat dengan pahala umrah.

Baca shalawat dan doa ketika masuk masjid, seperti ketika masuk masjid manapun.

Laksanakan minimal dua rakaat shalat sunnah tahiyyatul masjid.

Jaga ketenangan, hindari berfoto secara berlebihan, fokuskan diri pada dzikir dan tafakur.

Adab ini akan membantu jamaah menjadikan kunjungan ke Masjid Quba sebagai momen yang menghidupkan kembali semangat hijrah dan ibadah.