Banyak jamaah umrah dan haji merasa terharu saat menginjakkan kaki di Masjid Quba, masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam. Tempat ini bukan sekadar bangunan ibadah, tetapi saksi awal perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ di Madinah. Ziarah ke Masjid Quba bukan hanya sebuah kunjungan historis, melainkan juga ibadah yang berpahala besar jika dilaksanakan sesuai sunnah. Artikel ini mengajak kita menyelami keutamaannya, adab saat berkunjung, serta bagaimana menjadikan ziarah ini sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang lebih dalam.

Sejarah Masjid Quba sebagai Masjid Pertama dalam Islam
Masjid Quba terletak sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi di Madinah. Dalam sejarah Islam, masjid ini dibangun oleh Rasulullah ﷺ sendiri bersama para sahabat saat beliau baru tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah.
Menurut riwayat, Nabi ﷺ singgah di Quba selama beberapa hari dan langsung membangun masjid dengan tangannya sendiri, sebagai simbol pentingnya shalat dan tempat berkumpul kaum Muslimin. Dalam Al-Qur’an, Masjid Quba bahkan disebut sebagai:
“Masjid yang didirikan atas dasar takwa dari hari pertama…”
(QS. At-Taubah: 108)
Inilah yang menjadikan Masjid Quba memiliki nilai historis dan spiritual yang sangat tinggi, karena dibangun atas dasar ketakwaan dan diresmikan langsung oleh Rasulullah ﷺ.

Keutamaan Shalat Dua Rakaat di Masjid Quba
Shalat di Masjid Quba bukan hanya sekadar aktivitas ibadah, tetapi memiliki keutamaan khusus yang tidak didapatkan di tempat lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba lalu salat di dalamnya dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, dinilai shahih)
Hadits ini menegaskan bahwa dua rakaat di Masjid Quba bernilai setara dengan umrah, asalkan dilakukan dengan niat yang ikhlas dan dalam keadaan suci. Tak heran jika para jamaah sangat antusias mendatangi masjid ini.
Keutamaan ini menjadi motivasi spiritual tersendiri, bahwa ziarah ke Quba bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah amal besar yang mendekatkan diri kepada Allah.

Sunnah Rasulullah ﷺ Mengunjungi Quba Setiap Sabtu
Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan khusus mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik berjalan kaki maupun berkendara. Ini menjadi sunnah fi’liyah (perbuatan Nabi) yang sangat dianjurkan untuk diikuti oleh umatnya.
“Nabi ﷺ biasa datang ke Masjid Quba setiap Sabtu dengan berjalan kaki dan berkendara, lalu beliau salat dua rakaat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bagi jamaah umrah atau penduduk Madinah, mengatur waktu ziarah ke Masjid Quba pada hari Sabtu merupakan bentuk cinta kepada sunnah. Bahkan sebagian ulama menganjurkan memperbanyak kunjungan ke Quba, karena Rasulullah ﷺ tidak hanya sekali datang ke sana, tetapi menjadikannya bagian dari rutinitas ibadah.

Adab dan Tata Cara Saat Berkunjung
Mengunjungi tempat yang dimuliakan dalam Islam tentu memerlukan adab yang luhur. Beberapa adab yang perlu diperhatikan saat berziarah ke Masjid Quba antara lain:
Bersuci (wudhu) sebelum berangkat, sebagaimana disebutkan dalam hadits.

Mengenakan pakaian bersih dan menutup aurat dengan rapi.

Memasuki masjid dengan kaki kanan dan membaca doa masuk masjid.

Shalat dua rakaat sunnah tahiyyatul masjid atau salat sunnah lainnya.

Tidak menjadikan ziarah sebagai ajang berswafoto atau wisata semata.

Menghindari keributan, candaan berlebihan, atau mengambil gambar di tempat shalat orang lain.

Adab-adab ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa hormat terhadap rumah Allah serta menjadikan kunjungan lebih bermakna secara ruhani.

Menjadikan Ziarah ke Quba Sebagai Amalan Rutin
Bagi warga lokal Madinah atau jamaah yang tinggal lebih lama di kota ini, sangat dianjurkan untuk menjadikan ziarah ke Masjid Quba sebagai bagian dari rutinitas ibadah mingguan.
Bahkan setelah kembali ke tanah air, pengalaman ini bisa menginspirasi umat untuk:
Menjaga salat sunnah secara teratur.

Memakmurkan masjid terdekat seperti memakmurkan Quba.

Menyadari pentingnya membangun masjid sebagai pusat kehidupan.

Ziarah bukan sekadar kunjungan satu kali, melainkan pemantik kesadaran bahwa hidup ini harus dibangun atas dasar takwa, sebagaimana Masjid Quba dibangun.

Refleksi Spiritual dari Tempat yang Diberkahi
Ziarah ke Masjid Quba mengajarkan banyak hal: tentang kesederhanaan, ketulusan, dan cinta Rasulullah ﷺ terhadap masjid. Saat kita duduk di dalamnya, kita bisa membayangkan Rasulullah ﷺ yang dulu menjejakkan kaki, membangun dengan tangannya, dan sujud di tempat yang sama.
Refleksi ini menyentuh batin: sudahkah kita menegakkan shalat dengan khusyuk? Sudahkah kita memakmurkan masjid dan menjadikannya tempat pembinaan ruhani, sebagaimana Quba?
Masjid Quba bukan hanya tempat ibadah, tetapi simbol awal peradaban Islam, tempat dakwah dimulai dan ukhuwah dibangun. Jamaah yang merenungkan makna ini akan pulang dengan hati yang lebih tunduk dan rindu untuk kembali.