Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga tempat suci kedua setelah Masjidil Haram yang penuh keutamaan. Bagi jamaah umrah maupun haji, ziarah ke Masjid Nabawi menjadi momen spiritual yang sangat dinanti. Namun, tidak semua jamaah memahami adab dan tata cara ziarah sesuai tuntunan sunnah.

 

Artikel ini hadir sebagai panduan praktis dan ruhani bagi pemula, agar ziarah ke Masjid Nabawi tidak sekadar kunjungan fisik, tetapi perjumpaan batin yang dalam dengan Rasulullah ﷺ.

 

Persiapan Hati dan Niat Saat Menuju Madinah

Ziarah ke Madinah bukanlah kegiatan biasa. Ia merupakan perjalanan menuju kota yang diberkahi, tempat tinggal dan wafatnya Rasulullah ﷺ. Karena itu, persiapan hati dan niat sangat penting sebelum berangkat. Niat utama seorang Muslim datang ke Madinah adalah untuk beribadah, meneladani Rasulullah ﷺ, dan berziarah ke makamnya sebagai bentuk cinta, bukan karena tujuan duniawi atau ritual tradisi semata.

 

Para ulama mengingatkan pentingnya membersihkan niat dari unsur riya dan syirik, serta memperbanyak istighfar sebelum menginjakkan kaki di kota ini. Tanamkan dalam hati bahwa kehadiran di Madinah adalah kesempatan langka untuk mendekat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dengan niat yang lurus, seluruh aktivitas di Madinah, termasuk salat di Masjid Nabawi, membaca Al-Qur’an, dan duduk di taman Raudhah, akan menjadi ladang pahala yang besar.

 

Tata Cara Masuk Masjid Nabawi yang Sesuai Sunnah

Ketika hendak memasuki Masjid Nabawi, disunnahkan membaca doa masuk masjid, yaitu:
Bismillah, wa shallatu wa sallamu ‘ala Rasulillah. Allahummaghfir li dzunubi, waftah li abwaba rahmatik.”
Artinya: Bismillah, dan salawat serta salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

Masuklah masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu, menundukkan pandangan, dan menyimpan gadget atau kamera sebagai bentuk adab. Setelah masuk, usahakan shalat tahiyyatul masjid atau langsung menuju Raudhah jika memungkinkan. Bagi jamaah perempuan, waktu masuk ke Raudhah terbatas, sehingga penting mengetahui jadwal kunjungan yang sudah diatur otoritas Masjid Nabawi. Semua dilakukan dalam keadaan tenang, tertib, dan khusyuk—jauh dari kegaduhan atau sikap berlebihan.

 

Area Penting di Masjid Nabawi yang Layak Dikunjungi

Masjid Nabawi menyimpan banyak jejak sejarah Islam. Beberapa area penting yang sangat disarankan untuk dikunjungi antara lain:

  1. Raudhah – taman surga yang berada antara rumah dan mimbar Rasulullah ﷺ
  2. Makam Rasulullah ﷺ, bersama dua sahabat Abu Bakar dan Umar bin Khattab
  3. Mihrab Nabi ﷺ, tempat beliau biasa mengimami salat
  4. Pilar-pilar bersejarah, seperti Sariyah al-Mukhallaqah dan Ustuwanah Aisyah
  5. Perpustakaan Masjid Nabawi, sebagai pusat ilmu dan literatur Islam

 

Namun, ziarah ke tempat-tempat ini harus dilakukan dengan kondisi tenang, tidak berebut, dan menjaga adab, agar tidak mengganggu jamaah lain. Tujuannya bukan sekadar mengambil foto, tapi mengisi hati dengan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan sejarah perjuangannya.

 

Menjaga Sopan Santun di Area Raudhah

Raudhah adalah tempat paling mulia di dalam Masjid Nabawi, bahkan dalam sebuah hadits disebut sebagai “taman dari taman-taman surga”. Oleh karena itu, sikap seorang Muslim saat berada di Raudhah haruslah penuh ketundukan dan kesopanan. Dilarang mengeraskan suara, berteriak, berdesakan secara tidak santun, atau mengambil tempat orang lain dengan cara kasar. Jika tidak sempat salat di Raudhah karena kondisi penuh, cukuplah berdiri dan berdoa dengan hati yang lembut.

Raudhah bukan hanya soal lokasi fisik, tapi juga tempat melembutkan jiwa. Jamaah dianjurkan memperbanyak istighfar, bersalawat, dan memohon kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.

 

Adab Ketika Berada Dekat Makam Rasulullah ﷺ

Berziarah ke makam Rasulullah ﷺ adalah momen haru yang sering kali menggetarkan hati. Namun, penting dipahami bahwa ziarah ini bukan menyembah makam, melainkan bentuk penghormatan kepada utusan Allah. Saat berada di area makam, jangan mengusap dinding, meratap, atau berdoa langsung kepada Nabi ﷺ. Cukup berdiri menghadap ke arah makam, memberi salam dengan tenang dan penuh hormat, seperti:
Assalamu ‘alaika ya Rasulullah, assalamu ‘alaika ya Habiballah…

 

Kemudian lanjutkan memberi salam kepada Abu Bakar dan Umar. Setelah itu, berpindahlah dengan tenang dan jangan berlama-lama agar tidak mengganggu jamaah lain.

 

Larangan-Larangan Syar’i Saat Ziarah

Ziarah ke Masjid Nabawi adalah ibadah yang agung, namun juga rentan terhadap perilaku bid’ah jika dilakukan tanpa ilmu. Beberapa larangan yang perlu dihindari:

  • Berdoa langsung kepada Nabi ﷺ atau minta syafaat secara salah
  • Menyentuh, mencium, atau mengusap makam atau dinding masjid
  • Menulis harapan atau menempel doa di pilar-pilar masjid
  • Mengambil gambar orang yang sedang berdoa atau menangis

 

Islam mengajarkan bahwa ziarah yang benar adalah yang mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan yang mengikuti kebiasaan tanpa dasar dalil. Oleh karena itu, penting bagi jamaah pemula untuk mendalami ilmu ziarah sebelum berangkat, agar setiap langkah bernilai ibadah.