Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, bahkan sebelum Rasulullah ﷺ memasuki Madinah secara resmi. Namun, banyak jamaah umrah dan haji yang masih menganggap ziarah ke Masjid Quba sebagai amalan tambahan, bukan prioritas. Padahal, Rasulullah ﷺ sendiri rutin mengunjunginya setiap pekan. Artikel ini mengajak kita menghidupkan kembali sunnah yang nyaris terlupakan, serta meneladani akhlak dan adab Rasulullah ﷺ dalam memuliakan rumah-rumah Allah, dimulai dari Quba.

Sejarah dan Keutamaan Masjid Quba
Masjid Quba dibangun oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat dalam perjalanannya hijrah dari Makkah menuju Madinah. Sebelum tiba di pusat kota, beliau singgah di perkampungan Quba dan membangun sebuah masjid yang hingga hari ini tetap berdiri kokoh. Inilah masjid pertama yang didirikan atas dasar takwa, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu berdiri di dalamnya.” (QS. At-Taubah: 108)
Keutamaan Masjid Quba pun ditegaskan dalam hadits, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba dan salat di dalamnya dua rakaat, maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah)
Inilah salah satu amalan yang ringan namun bernilai besar di sisi Allah. Sayangnya, banyak jamaah yang melewatkan momen ini karena kurang memahami keutamaannya.

Amalan Salat Dua Rakaat di Masjid Quba
Amalan utama saat mengunjungi Masjid Quba adalah salat dua rakaat. Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya salat ini, hingga menyamakan pahalanya dengan ibadah umrah.
Tidak ada bacaan khusus atau niat khusus dalam salat ini. Cukup berniat salat sunnah dua rakaat dengan khusyuk dan penuh kesadaran akan keutamaannya. Akan lebih baik bila dilakukan setelah berwudhu dari tempat penginapan atau hotel, lalu langsung menuju Masjid Quba dalam keadaan suci, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
Salat dua rakaat di masjid ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah Islam. Ia bukan hanya ibadah lahiriah, melainkan juga bentuk cinta kita kepada peninggalan Rasulullah ﷺ dan perjuangan dakwah beliau.

Sunnah Nabi ﷺ dalam Rutin Mengunjungi Masjid Quba
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara. Ini menunjukkan bahwa ziarah ke Quba bukan sekadar kebetulan, melainkan amalan yang konsisten dilakukan beliau setiap pekan.
Kebiasaan ini menunjukkan kecintaan Rasulullah ﷺ pada tempat-tempat yang diberkahi dan penuh nilai sejarah. Ziarah ke Masjid Quba bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga sarana menyambung batin kita kepada Nabi ﷺ dan jejak langkahnya.
Bagi jamaah umrah dan haji, menjadwalkan ziarah ke Quba adalah bagian dari menghidupkan sunnah yang mungkin sudah mulai ditinggalkan, terutama di tengah jadwal padat selama di Madinah.

Waktu yang Dianjurkan untuk Berkunjung
Waktu yang paling dianjurkan untuk ziarah ke Masjid Quba adalah pada hari Sabtu pagi, meniru kebiasaan Rasulullah ﷺ. Namun, jika tidak memungkinkan, ziarah di hari lain pun tetap bernilai, karena yang utama adalah niat mengikuti sunnah dan memuliakan masjid tersebut.
Disarankan untuk datang sebelum waktu Dhuha agar bisa melaksanakan salat sunnah dengan tenang dan tidak terburu-buru. Suasana pagi juga lebih sejuk dan nyaman bagi jamaah lansia atau yang membawa anak-anak.
Bagi jamaah yang mengikuti city tour Madinah, biasanya Masjid Quba menjadi salah satu destinasi utama. Manfaatkan kunjungan ini bukan hanya untuk berfoto, tetapi juga benar-benar untuk ibadah dan refleksi.

Doa dan Dzikir Saat Berada di Masjid Tersebut
Saat berada di Masjid Quba, perbanyaklah doa dan dzikir. Tidak ada doa khusus yang disyariatkan, namun bisa memperbanyak:
Istighfar

Shalawat kepada Nabi ﷺ

Doa agar dimudahkan naik haji atau umrah kembali

Doa untuk keluarga dan saudara di tanah air

Masjid Quba adalah tempat yang diberkahi, sehingga doa-doa yang dipanjatkan di dalamnya insya Allah tidak sia-sia. Jadikan waktu ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, merenungi perjuangan hijrah Nabi ﷺ, serta meneguhkan niat untuk menjadi pribadi yang lebih taat.

Meresapi Keteladanan Rasulullah ﷺ dalam Memuliakan Rumah Allah
Rasulullah ﷺ telah menunjukkan keteladanan luar biasa dalam memuliakan masjid, dan Masjid Quba menjadi saksi sejarah akan kecintaan beliau kepada rumah Allah. Beliau tidak sekadar membangun masjid, tetapi juga menghidupkannya dengan salat, zikir, dan kunjungan rutin.
Keteladanan ini penting untuk ditiru oleh setiap muslim, khususnya ketika berada di Tanah Suci. Kita diajak untuk tidak hanya berziarah secara fisik, tetapi juga menyambung ruh kita dengan teladan dan semangat Rasulullah ﷺ.
Menghidupkan kembali sunnah ziarah ke Masjid Quba adalah bagian dari menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ. Ia adalah langkah kecil, tapi bermakna besar dalam perjalanan spiritual kita sebagai tamu Allah.