Masjid Quba bukan hanya bangunan tua yang bersejarah—ia adalah lambang awal kebangkitan peradaban Islam di Madinah. Sebagai masjid pertama yang dibangun Rasulullah ﷺ dalam perjalanannya hijrah dari Makkah, Quba menjadi saksi langkah awal dakwah Islam secara terbuka. Ziarah ke tempat ini bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi perjalanan spiritual yang mempertemukan kita dengan semangat perjuangan Nabi ﷺ dan para sahabat. Artikel ini mengajak Anda menelusuri keutamaan Masjid Quba, adab berziarah, hingga menjadikannya bagian dari agenda utama selama di Madinah.
Masjid Quba dan Sejarah Hijrah Rasulullah ﷺ
Masjid Quba didirikan oleh Rasulullah ﷺ pada hari-hari pertama beliau tiba di Madinah dalam peristiwa hijrah. Lokasinya berada sekitar 3 km dari Masjid Nabawi, dan menjadi tempat pertama yang beliau singgahi sebelum memasuki kota Madinah secara resmi. Di tempat inilah Rasulullah ﷺ sendiri ikut mengangkat batu dan membangun fondasi masjid, menunjukkan bahwa masjid adalah pusat kehidupan umat Islam.
Momentum pembangunan Masjid Quba menandai dimulainya fase baru dalam dakwah Islam: dari sembunyi-sembunyi menuju terang-terangan, dari tekanan menuju kekuatan. Jamaah yang berziarah ke sini bisa merasakan jejak perjuangan itu, seolah menyaksikan betapa Rasulullah ﷺ memulai segala sesuatunya dengan semangat, kesabaran, dan keyakinan penuh kepada Allah.
Keutamaan Salat Dua Rakaat di Dalamnya
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba dan salat dua rakaat di dalamnya, maka baginya pahala seperti umrah.” (HR. Ibnu Majah). Hadits ini menjadi motivasi utama bagi para jamaah untuk menyempatkan diri salat di dalam Masjid Quba, meski dalam kunjungan yang singkat.
Keutamaan dua rakaat di Masjid Quba tidak bisa dipandang sebelah mata. Ini adalah bentuk penghargaan dari Allah bagi siapa pun yang meneladani langkah Rasulullah ﷺ. Salat tersebut bukan hanya menggugurkan kewajiban, tapi juga menjadi jalan spiritual untuk mendekat kepada Allah dengan keikhlasan dan cinta kepada Nabi ﷺ.
Anjuran Berziarah ke Quba Setiap Sabtu
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ rutin mengunjungi Masjid Quba setiap hari Sabtu. Kadang beliau berjalan kaki, kadang menunggang kendaraan. Hal ini kemudian menjadi dasar anjuran bagi umat Islam untuk menziarahi Masjid Quba, khususnya pada hari Sabtu, sebagaimana beliau lakukan.
Mengikuti sunnah ini bukanlah kewajiban, tetapi amalan yang menghidupkan cinta kita kepada Rasulullah ﷺ. Jadikan agenda ziarah ke Masjid Quba sebagai bentuk kesungguhan kita dalam meneladani kehidupan Nabi, menghidupkan sunnah, dan meneguhkan niat ibadah selama di Madinah.
Adab yang Perlu Dijaga Saat Ziarah
Sebagaimana berkunjung ke masjid lain, ziarah ke Masjid Quba juga menuntut adab yang tinggi. Niatkan sebagai ibadah, bukan sekadar wisata. Gunakan pakaian yang sopan dan bersih, jaga ketenangan, dan isi waktu dengan salat, dzikir, serta membaca Al-Qur’an.
Jangan menjadikan ziarah ini sebagai ajang swafoto atau keramaian yang melalaikan dari tujuan utama. Bagi jamaah wanita, perhatikan juga waktu yang dibolehkan untuk masuk masjid dan aturan setempat. Ziarah adalah bentuk penghormatan, maka hormatilah tempat suci ini dengan penuh takzim.
Pengalaman Spiritual Jamaah Saat ke Quba
Banyak jamaah yang mengisahkan pengalaman menyentuh saat mengunjungi Masjid Quba. Ada yang merasa seolah kembali ke masa Rasulullah ﷺ, membayangkan suasana hijrah yang penuh haru. Ada pula yang menangis saat sujud karena merasakan kedekatan luar biasa dengan perjuangan Nabi.
Dalam suasana tenang dan penuh keberkahan, dua rakaat di Masjid Quba sering kali menjadi momen pribadi yang mendalam. Apalagi jika dilakukan setelah bersuci dari hotel atau penginapan, sebagaimana disunnahkan. Ini adalah pengalaman spiritual yang akan selalu dikenang sepanjang hidup.
Menjadikan Quba sebagai Bagian Agenda Ziarah Madinah
Bagi jamaah umrah dan haji, ziarah ke Masjid Quba sebaiknya menjadi bagian dari agenda resmi selama berada di Madinah. Bukan hanya karena keutamaannya, tetapi juga karena pesan sejarah dan spiritual yang dikandungnya. Masjid Quba adalah simbol awal, dan setiap ibadah besar selalu dimulai dari niat yang lurus dan langkah yang sederhana.
Travel-travel terpercaya biasanya sudah memasukkan Masjid Quba dalam city tour Madinah. Namun, jika belum ada dalam paket, usahakan untuk menyempatkan diri ke sana secara pribadi atau bersama rombongan. Satu kunjungan singkat bisa menjadi pembuka keberkahan yang luar biasa dalam perjalanan ibadah Anda.