Bacaan Niat Umrah dan Talbiyah
Perjalanan umrah diawali dengan niat ihram. Niat ini boleh dilafalkan dalam hati, namun untuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ, disunnahkan membacanya secara lisan:
Niat Umrah:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitul ‘umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala
Artinya: Aku berniat umrah dan berihram karena Allah Ta’ala
Talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, laa syarika lak.
Talbiyah dibaca terus menerus hingga memasuki Masjidil Haram. Pria disunnahkan membacanya dengan suara lantang, sedangkan wanita cukup dengan suara lirih.
Doa Masuk Masjidil Haram
Saat memasuki Masjidil Haram, dahulukan kaki kanan dan bacalah:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaf-tah lii abwaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)
Saat pertama kali melihat Ka’bah, disarankan untuk membaca doa pribadi. Salah satu doa yang dianjurkan:
“Allahumma zid hadzal bayti tasyrifan wa ta’dhiman wa mahabatan wa birran”
(Ya Allah, tambahkanlah kehormatan, kemuliaan, kewibawaan dan kebaikan pada Baitullah ini)
Doa dan Zikir Saat Thawaf
Selama thawaf (7 putaran mengelilingi Ka’bah), tidak ada doa baku tiap putaran. Jamaah dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan doa pribadi. Berikut beberapa bacaan yang disunnahkan:
Zikir Umum:
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar
Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar
Doa Sa’i antara Shafa dan Marwah
Saat memulai sa’i, bacalah ayat:
(QS. Al-Baqarah: 158) إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَاةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ
Kemudian:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Dilanjutkan: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir… (Selanjutnya dapat ditambahkan doa pribadi)
Saat berjalan di antara dua bukit, perbanyak zikir. Pria disunnahkan berlari kecil di area lampu hijau sambil membaca takbir.
Doa Saat Tahallul
Setelah selesai sa’i, jamaah melakukan tahallul:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِمَنْ حَلَقَ
Allahummaghfir lii wa liman halaq (Ya Allah, ampunilah aku dan orang-orang yang mencukur rambut)
Pria dianjurkan mencukur habis rambutnya (halq), sementara wanita cukup memotong seujung ruas jari dari tiap helai rambut.
Ringkasan Bacaan Umrah
Umrah diawali dengan niat Ihram (Nawaitul ‘umrata wa ahramtu biha lillahi ta’ala), diikuti dengan mengumandangkan Talbiyah (Labbaik Allahumma labbaik…) hingga tiba di Masjidil Haram. Setelah masuk dengan doa (Allahummaf-tah lii abwaba rahmatik), rukun utama dimulai dengan Thawaf mengelilingi Ka’bah, diisi dengan zikir dan doa (Rabbanaa aatinaa…).
Kemudian, jamaah melakukan Sa’i di antara Shafa dan Marwah dengan takbir, zikir, dan doa. Rangkaian ibadah ini disempurnakan dengan Tahallul (mencukur rambut) sambil memanjatkan doa ampunan (Allahummaghfir lii wa liman halaq). Dengan memahami setiap tahapan dan doanya, ibadah Umrah dapat ditunaikan dengan khusyuk.
Tips:
• Bawa buku saku doa atau simpan versi digital.
• Tidak harus menghafal semuanya, yang terpenting adalah kehadiran hati dan niat yang ikhlas.
Dengan memahami dan mengamalkan bacaan sesuai sunnah ini, ibadah umrah insyaAllah menjadi lebih khusyuk dan diterima oleh Allah ﷻ.